Saturday, August 20, 2005

Islam Berlepas Diri Dari Pemboman
[STOP PRESS]

Ledakan dahsyat itu memakan banyak korban jiwa dan ratusan terluka. Maka tiada kalimat yang paling pantas diucapkan selain “innaalillaahi wainna ilaihi rojiun” (sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya).Terlepas dari siapa pelaku kejahatan dan kemungkaran itu – karena memang masih diselidiki oleh pihak yang berwajib – namun yang ingin disampaikan melalui situs ini bahwa perbuatan tersebut adalah sebuah tindak kejahatan yang dimurkai oleh tuntunan Islam yang hakiki. Tindakan peledakan tersebut bertolak belakang dengan ajaran syariat Islam yang sangat menghormati jiwa, harta dan kehormatan manusia. Apalagi jika tindak kejahatan tersebut menimpa orang-orang yang tidak bersalah, menimpa orang-orang yang sedang mencari nafkah untuk anak dan istri mereka. Seandainya kejahatan tersebut menimpa keluarga pelaku, pasti dia tidak akan rela, dia akan mengecamnya dan menyimpan perasaan dendam dalam dirinya, terhadap perbuatan tersebut. Karena besarnya dosa pembunuhan maka al-Qur’an yang mulia telah mengancam dengan ancaman yang amat berat bagi pelaku pembunuhan, apalagi jika yang terbunuh seorang muslim/mu’min. Allah ta’ala berfirman : Dan tidak layak bagi seorang mu'min membunuh seorang mu'min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mu'min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mu'min, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (An-Nisa : 92-93) Dan firman Allah : Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi. (Al-Maidah : 32) Dari ayat-ayat diatas kita semakin yakin bahwa Islam berlepas diri dari penghalalan tindak kejahatan tersebut dan berlepas diri dari penghalalan berbagai cara untuk mencapai tujuan, karena menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan adalah doktrin komunisme yang tidak beriman akan adanya Allah Sang Pencipta yang wajib disembah. Selanjutnya tragedi 9 September 2004 harus dijadikan pelajaran penting yang amat berharga bagi pemerintah dan seluruh aparat kemanan negeri ini untuk introspeksi dan evaluasi diri serta meningkatkan kewaspadaan, kembali kepada Allah, bertaubat dan memohon pertolongan serta petunjuk-Nya. Hendaknya disadari bahwa kita tidak mampu berbuat banyak dan benar hanya dengan mengandalkan kemampuan diri kita sendiri tanpa pertolongan dari Allah ta’ala, Dzat Yang Maha Kuasa. Ingat !! peristiwa terkutuk itu sudah terjadi, penyesalan tanpa perbuatan tidak banyak berarti. Selebihnya ada dua pertanyaan yang harus kita cari jawabannya : Mengapa peristiwa itu terjadi? dan Apa langkah kita agar peristiwa tersebut tidak terulang? Hanya kepada Allah kita mengadu segala musibah yang menimpa negeri, bangsa dan umat ini, semoga bermanfaat dan menjadi bahan renungan bersama
www.salafindo.com

0 Comments:

Post a Comment

<< Home